5 Cara Budidaya Lele di Kolam Terpal Untuk Pemula, Dari Awal Hingga Panen

Budidaya atau ternak ikan lele masih sangat menjanjikan dan bisa dijadikan sebagai peluang bisnis, apalagi ikan lele ini paling digemari oleh masyarakat dan para pecinta kuliner terutama di Indonesia, cara untuk budidaya lele tidak terlalu sulit bahkan bagi pemula sekalipun bisa dengan mudah menjalankannya.

cara budidaya lele di kolam terpal untuk pemula
budidaya ikan lele - via wajibbaca.com
Perlu diketahui, ikan lele adalah jenis ikan air tawar yang mudah dikenali, memiliki ciri-ciri berkumis atau patil, tubuh memanjang dan tidak memiliki sisik. Bagi anda yang ingin mencoba budidaya ikan lele ini juga tidak akan kesulitan karena bibit ikan lele mudah didapatkan.

Baca Juga: 7 peluang bisnis modal 300 ribu yang menjanjikan

Bagi anda yang tidak memiliki modal yang cukup tidak perlu khawatir karena budidaya ikan lele tidak membutuhkan modal besar, sebagai alternatif anda bisa menggunakan terpal untuk dijadikan kolam, yang terpenting cara budidaya benar dan tepat dijamin anda akan mendapatkan untung yang besar.

Tahap budidaya ikan lele untuk pemula


1. Pembuatan kolam

Tahap paling awal untuk menjalankan budidaya lele yaitu menyiapkan kolam, seperti yang sudah disinggung di atas jika anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam permanen maka bisa dengan menggunakan terpal, kalau bisa usahakan kolam jauh dari keramaian kemudian pastikan ukuran kolam cukup besar supaya ikan tidak kehabisan oksigen.

Agar bibit ikan lele tidak mudah mati karena kepanasan bisa ditambahkan tanaman eceng gondok, selain itu pengisian air juga jangan terlalu dangkal. Jika semua sudah selesai jangan terburu-buru memasukkan bibit ke dalam kolam, tunggulah hingga beberapa hari sampai pembentukan lumut.

2. Pemilihan bibit

 Cara Budidaya Lele di Kolam Terpal Untuk Pemula
bibit ikan lele - kampustani.com
Langkah yang selanjutnya yaitu pemilihan bibit, bagi pemula memang akan sedikit kesulitan, namun anda tidak perlu khawatir. Ciri-ciri bibit lele yang bagus dan sehat yaitu tidak memiliki cacat pada tubuhnya dan gerakannya sangat lincah, biasanya ukuran bibit ikan lele yang bagus 5 sampai 7 cm. Dan untuk mengecek apakah bibit lele sehat silahkan taruh di arus air jika bibit lincah menantang itu tandanya sehat, selain itu jika didalam air tidak berdiri atau menggantung berarti bibit sehat.

Jenis bibit ikan lele juga beragam, sebagai contoh dan pada umumnya yang paling banyak dipelihara yaitu jenis sangkuriang, dumbo, phyton, mutiara dan lokal. Silahkan tanya-tanya dulu ke penjual bibit jenis bibit lele apa yang bagus dan cocok dipelihara di daerah tempat tinggal anda.

3. Penebaran

Jika kolam dan bibit sudah siap maka tahap yang selanjutnya melakukan penebaran, perlu diketahui untuk proses penebaran bibit yang benar yaitu pada pagi dan sore hari, kenapa begitu? karena jika dilakukan pada siang hari kondisi air pada kolam masih panas yang bisa mengakibatkan bibit stres dan mati.

4. Pemeliharaan

cara budidaya lele di kolam terpal untuk pemula
perawatan ikan lele - via budidayaperawatan.blogspot.com
Setelah bibit lele ditebar proses yang selanjutnya adalah pemeliharaan, pada tahap ini juga tidak boleh asal asalan, supaya benih bisa tumbuh dengan baik dan berkualitas berikut ini proses yang harus dilakukan.
  • Untuk pemberian pakan yang baik pada umumnya dilakukan 3 kali sehari yaitu pada pagi hari pukul 7 kemudian pukul 5 sore dan pukul 10 malam.
  • Perhatikan, kondisi air tidak boleh diganti namun jika sudah berbau busuk sebaiknya buang sepertiga air kemudian isi dengan air yang baru, anda akan sering melakukan penggantian air jika banyak pakan yang tersisa, karena pakan yang tersisa tersebut bisa menimbulkan bau.
  • Anda bisa memberikan pakan tambahan seperti cacing, plankton, keong, limbah ayam dan lain-lain
  • Memberi pakan disaat turun hujan tidak boleh dilakukan karena ini bisa membuat pencemaran zat asam pada pakan tersebut yang bisa mengakibatkan kesehatan lele terganggu.
  • Ketika lele berusia sekitar 20 hari sebaiknya lakukan penyortiran, memisahkan lele yang besar dan kecil, ini berfungsi untuk menghindari lele yang kecil kekurangan pakan karena kalah cepat dari lele yang berukuran besar, yang akibatnya pertumbuhan lele kecil melambat.
  • Proses penyortiran juga wajib dilakukan supaya lele besar tidak memangsa lele yang kecil, karena lele termasuk jenis ikan kanibal yang suka memangsa sesama jenis.

5. Proses panen

cara budidaya lele di kolam terpal untuk pemula
panen ikan lele - via delikkalbar.com
Pada umumnya dari penebaran hingga panen ikan lele membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan, lele yang sudah siap dipanen biasanya memiliki takaran 7-8 ekor per kilonya. Langkah awal untuk memanen ikan lele yaitu dengan menyurutkan air kolam dahulu, kemudian cara mengambilnya bisa menggunakan serok atau jaring, jangan lupa lakukan sortasi untuk memisahkan ukuran lele.

Dan jika sudah selesai isi air seperti semula dan kembalikan juga lele yang masih belum siap untuk dipanen. Untuk lele yang sudah dipanen bisa anda jual ke warung makan atau juga pedagang, harga lele sekitar Rp 25.000 per kilonya namun setiap daerah biasanya tidaklah sama.

Kendala budidaya lele

Setiap usaha yang dikembangkan tidak akan berjalan mulus begitu saja, begitu pula budidaya lele ini juga ada kendalanya seperti harga pakan yang sewaktu-waktu bisa naik, kemudian ikan terkena hama dan banyak yang mati, harga jual ikan lele yang merosot, jadi anda harus tetap waspada.

Penutup

Demikianlah cara budidaya ikan lele dengan menggunakan media kolam terpal dari tahap awal hingga proses panen, bisnis budidaya ikan lele ini jika dijalankan dengan benar dijamin akan sangat menjanjikan, terimakasih semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "5 Cara Budidaya Lele di Kolam Terpal Untuk Pemula, Dari Awal Hingga Panen"

Posting Komentar